Daerah

Pertanian Organik di Indramayu Berhasil Tingkatkan Produksi! Apa Rahasianya? Selengkapnya di Sini!

227
×

Pertanian Organik di Indramayu Berhasil Tingkatkan Produksi! Apa Rahasianya? Selengkapnya di Sini!

Share this article

Indramayu,InfoJabar.co.id – Kabupaten Indramayu telah ditunjuk sebagai percontohan nasional dalam program pertanian organik dengan cakupan lahan seluas 1.000 hektare. Program ini bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian melalui penggunaan pupuk organik cair yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian RI di wilayah Indramayu.

Panen perdana dilakukan pada Rabu (25/9/2024) oleh para petani organik dari Desa Ujung Pendok Jaya, Ujung Jaya, dan Ujungaris di Kecamatan Widasari, serta Desa Taman Sari di Kecamatan Lelea. Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indramayu, Dedi Taufik Kurohman, beserta jajaran pemerintahan.

Dedi Taufik Kurohman mengapresiasi keberhasilan para petani yang berhasil menanam padi organik, yang hasilnya mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kita patut bersyukur atas potensi alam yang luar biasa ini. Kolaborasi antara lahan, petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan pemerintah harus terus diperkuat. Sinergitas inilah yang menjadi kunci keberhasilan,” ujar Dedi.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, menegaskan bahwa panen raya ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pertanian organik seluas 1.000 hektare, yang telah mampu meningkatkan produksi gabah hingga mencapai 13,7 ton per hektare gabah kering pungut, menggunakan varietas padi Ciherang.

Sugeng juga menyebut bahwa pencapaian ini adalah peningkatan sebesar 50% dibandingkan hasil tahun sebelumnya yang hanya mencapai 8-9 ton per hektare. Keberhasilan ini didukung oleh sinergi antara Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan formulator Aminosan Gold Nutrisi (AGN).

“Hingga saat ini, total produksi padi telah mencapai 1,1 juta ton. Pemerintah menargetkan agar produksi dapat mencapai 1,6 hingga 1,7 juta ton pada akhir tahun 2024. Modal utama kita dalam bertani adalah kebersamaan, kita harus terus bersinergi dengan pemerintah, bukan bersaing,” ujar Sugeng.

Ketua BSIP Jawa Barat, Rustam Massinai, menambahkan bahwa upaya menuju pertanian ramah lingkungan yang bebas dari bahan kimia terus dilakukan. Saat ini, hasil yang diperoleh menggunakan campuran kimia masih sebesar 6,7 ton, sedangkan dengan separuh penggunaan urea, produksi bisa mencapai 9-10 ton. Ke depannya, Rustam berharap, penggunaan bahan kimia dapat dihilangkan sepenuhnya.

“Kami berharap, di masa yang akan datang, penggunaan bahan kimia bisa sepenuhnya dihilangkan. Dengan semangat kebersamaan, kita akan terus maju,” tambahnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *